Cinta Secang Kecing part I

Kali ini, aku akan membahas tentang drama klasik saat-saat bersama secang kecing ( kelas x.7). Hampir di setiap kelas di SMA N 1 Yogyakarta tempat aku belajar mempunyai nama kelas yang tentu saja unik dan berbeda-beda. Seperti hal nya kelas X.7 yang bernama Secang Kecing yang merupakan singkatan dari  seven cangkeman kelas cingkimin  yang merupakan bahasa jawa yang berarti (kalian cari tahu sendiri ya….)  , bagi orang jawa pasti sudah tahu artinya ha ha. Tapi menurutku nama itu mencerminkan kami para penghuni secang kecing atau secang kecing mania(nama fans bola klub secang kecing), bukan karena kami anak-anak yang cangkeman, tapi menurutku hal itu  jika dipandang dari sudut pandang yang lebih baik adalah bahwa kami sebagai siswa sepuluh 7 belajar untuk menjadi siswa yang kritis, pintar berpendapat, selalu take it easy, memahami satu sama lain, kompak, dan masih banyak lagi yang tak sempat kuungkapkan disini.

Walau begitu secang kecing bukanlah siswa yang penurut dan baik hati, lhoh??? Kami sering membuat guru gusar, marah,galau, mungkin terlebih karena kami menganggap guru kami sebagai teman untuk berbagi ilmu, sehingga kami bersikap terlalu blak-blakkan. Selain itu kita juga mempunyai penyakit akut yaitu malas, banyak sindiran-sindiran kepada kami karena tidak mengumpulkan tugas, atau mengumpulkan tugas telat, atau karena tugas kami yang serupa dan sama.

bersambung

Advertisements

One Comment Add yours

  1. masih banyak bagian yang bolong2…tolong secang kecing bantuii ngisi donk..he he belum smpet di edit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s