Kepercayaan itu kini di ujung tanduk

Sebelumnya aku ingin mengucap Alhamdulilah karena dapat melalui Ulum Semester Genap kali ini di Teladan tercinta dengan baik, kedua karena akhirnya aku bisa nge-post lagi di blog ku ini.

Ulangan umum memang sudah terlampau jauh berlalu, namun agar pengalaman yang ku dapatkan saat itu tidak terlampau terlupakan maka segera ku torehkan di postingan kali ini. Memang setiap ulangan umum di setiap sma manapun pasti tak jauh berbeda, tapi menurutku kali ini cukup istimewa, kenapa? karena kali ini kami tak hanya bertempur dengan soal-soal ujian tapi lebih dari itu. Kami harus bertempur dengan diri sendiri, kami harus percaya agar membuat para guru dan orang tua kami percaya kepada kami. Bukankah percaya pada diri sendiri memang sudah sewajarnya dipraktikan pada ujian? Ia,memang benar tapi kali ini cukup istimewa, kenapa?

“Karena kepercayaan itu kini sudah di ujung tanduk”

Menipisnya kepercayaan siswa kepada dirinya sendiri, membuat orang-orang disekelilingnya kehilangan kepercayaan. Seperti hubungan timbal balik tentang keniscayaan. Menipis nya kepercayaan guru-guru terhadap kami para siswa terlihat saat pelaksanaan ulangan umum kemarin. Awalnya mulai dengan menandatangani pertanyaan janji tidak akan mencotek dengan atas nama Allah SWT, sampai dengan penggeledahan saat ujian berlangsung, sampai adanya larangan ke toilet saat ujian berlangsung karena ditemukannya siswa yang berbuat curang di toilet.

Ya, mungkin cerita diatas hanya sebagaian kecil dari cerita tentang kecurangan alias kegiatan haram contek mencontek para siswa. Dan tentu saja banyak kasus kecurangan tersebut telah membuktikan kurangnya kepercayaan diri kita sebagai pelajar, walau tentu saja hal itu disebabkan oleh banyak faktor dibelakangnya. Dan dengan mengurangnya kepercayaan diri kita, tentu saja sebuah keniscayaan untuk berkurangnya harapan kita untuk dipercaya oleh diri kita sendiri,lingkungan terdekat, bahkan Bangsa Indonesia.

Menyontek itu sangat diperbolehkan, menyontek sikap yang lebih baik untuk menjadi orang yang lebih baik, menyontek untuk hal-hal yang mulia. Tentu saja menyontek itu diperbolehkan jika kata itu digunakan dan dilaksanakan dari sudut pandang positif. Tentu saja kawan.

Tulisan diatas hanya beberapa opini dan pendapat saya, saya bukanlah siswa yang luput dari kesalahan, saya juga pernah menyontek. Lalu mengapa saya menulis tulisan ini? Karena saya ingin menumbuhkan kepercayaan diri saya, dan tentunya Anda!

Saya harap ada koreksi pada tulisan ini, karena saat menulisnya saya rasa banyak sekali kekurangan,dan paragraf yang kurang padu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s