Kemenangan 4:3, Kemenangan Tipis yang Patut Di Syukuri

Pertandingan Indonesia melawan Turkmenistan di Leg II kualifikasi Piala Dunia 2014 berhasil dimenangkan Indonesia dengan skor 4:3. Memang, bukan skor yang telak namun sudah cukup membuat sukacita untuk seluruh rakyat Indonesia.

Skor Indonesia memang terpaut tipis dengan Turkmenistan. Setelah ditahan seri Turkemnistan dengan skor 1:1 di Leg I, Indonesia terpaksa membiarkan gawangnya yang dibesut Feri Lotinsulu kebobolan 3 gol di Leg II. Tentu termasuk angka yang besar bagi punggawa Indonesia. Apalagi gol-gol tersebut tercipta dengan mudahnya karena kelengahan para pemain belakang Indonesia.

Pada babak pertama, Indonesia bermain dengan cukup meyakinkan. Banyak serangan-serangan yang diluncurkan, walau belum berbuahkan gol. Dan akhirnya pada menit kedelapan, Cristian Gonjales berhasil membuat gol pembuka bagi Indonesia. Para pemain Indonesia pun mulai bermain lepas dengan tempo yang cepat. Tentu bagi saya hal itu sangat menyenangkan namun juga mengkhawatirkan. Menyenangkan karena dapat melihat permainan apik dari Timnas Indonesia. Mengkhawatirkan karena saya tahu bahwa salah satu kelemahan pemain Indonesia adalah stamina. Dalam hati saya berkata, “Agak lambatkan tempo…slow…slow…slow…” Tapi babak pertama tetap berjalan dengan tempo yang cepat. Kualitas pemain Indonesia sangat terlihat di babak ini. Ahmad Bustomi bermain sangat apik di lapangan tengah, memotong serangan-serangan lawan. Boas Solossa tentu saja bermain dengan baik, menurut saya dia seperti hantu, muncul tiba-tiba dan selalu mengagetkan lawan. Cristian Gonzales menjadi teman yang sebanding untuk Boas Solossa, kehebatannya sudah tidak diragukan lagi semenjak  ia melihat kan kemampuannya saat bermain di AFF dan saat bermain di Persib Bandung. Sang Kiper Ferry Lotinsulu pun berkali-kali menggagalkan shooting jarak jauh dari Turkmenistan, dan bermain sangat sigap. Serta para pemain-pemain lain yang bermain All Out dan mati-matian.

Selain kualitas pemain yang terlihat mencolok, para pemain Indonesia juga bermain dengan sangat solid, hingga pada menit ke delapan belas, sebuah assist dari Boas Solossa dibayar tuntas oleh Gonzales. Dan pertandingan masih berlangsung dengan tempo cepat sehingga membuat para pemain Turkmenistan  kesulitan mengembangkan permainannya. Dan kembali sebuah gol indah tercipta pada menit ke empat puluh dua, tendangan jarak jauh Nasuha kembali merobek gawang Turkmenistan. Wasit meniup peluit panjang. Babak pertama berakhir dengan skor 3 : 0 untuk Indonesia.

Teriakan-teriakan supporter yang membahana di Glora Bung Karno seakan terasa di rumah kecil di sebuah kota bernama Yogyakarta. Ya! Walau GBK berjarak sangat jauh, tapi atmosfer yang diciptakan para supporter di GBK telah membahana di seluruh negeri. Saat bola merobek jala Turkmenistan, seantero negeri seakan berteriak Gol!!!!!!!!!!!!!! Bersamaan. Sungguh sebuah euforia yang tak boleh tuk ditinggalkan oleh siapapun. Hal inilah yang membuatku menjadi mencintai bola. Yang membuatku mencintai PSSI.

Babak kedua pun dimulai. Tempo menjadi lebih lambat disbanding babak pertama. Tentu saja, aku tak ingin para pemain kita kehilangan konsentrasi dan melakukan kesalahan yang tak perlu. Kekhawatiranku seakan terbukti, sebuah gol melesat ke gawang Indonesia. Kedudukan berubah menjadi 3:1. Sungguh hal yang menyedihkan. Dan aku terus berharap, pertandingan hari ini tidak berakhir antiklimaks. Setelah gol pertama, para pemain Turkmenistan menjadi lebih percaya diri dalam  mengembangkan permainan. Seluruh supporter Indonesia menjadi was-was dan risau. Seiring dengan berkembangnya permainan Turkmenistan, permainan Indonesia menjadi kehilangan ritme. Untung, setelah mendapatkan assist dari Boas S,Ridwan menciptakan gol yang ke empat untuk Indonesia pada menit ke tujuh puluh lima. Namun, euforia terpaksa terhenti saat terciptanya kembali gol bagi Turkmenistan, kedudukan berubah menjadi 4:2. Dengan kemenangan pada awal babak, tentu saja menjadi momok yang sangat menakutkan bagi seluruh rakyat Indonesia apabila  dapat dibalikkan oleh Turkmenistan dilihat dari menurun konsentrasi para pemain. Kehilangan konsentrasi mungkin salah satunya disebabkan karena kelelahan dibabak awal, dan hilangnya kesempatan-kesempatan emas untuk menciptkan gol.

Pada menit 77, Okto dan Toni masuk. Dan seperti Leg I, para pemain Turkmenistan harus kembali bermain bersepuluh, karena salah satu pemainnya yang dikenai kartu kuning kedua oleh wasit. Tapi, hal itu justru tidak membalikkan keadaan. Pemain Turkmenistan tetap menyerang para Patriot Kesebelasan Indonesia. Hingga, serangan itu berbuah hasil pada menit 82:52, kedudukan menjadi 4:3. Sungguh, seluruh jantung rakyat Indonesia berdegup kencang. Ingin rasanya waktu berjalan menjadi lebih cepat. Pada menit 82:59 pergantian pemain kembali terjadi, kini giliran om Hamka Hamzah yang unjuk gigi dilapangan. Walau baru pulih dari cidera, aku berharap om Hamka dapat bermain cemerlang disisa-sisa waktu yang genting ini. Degup jantung semakin berdetak kencang, saat ku tahu wasit memberikan 4 menit tambahan waktu. Sungguh waktu yang panjang untuk seluruh rakyat Indonesia, dan waktu yang singkat bagi pemain Turkmenistan untuk membalikkan keadaan. Alhamdullilah, wasit meniup peluit, dan kedudukan tetap 4:3. Indonesia akhirnya menang. Tentu kemenangan yang indah dan membanggakan. Dan tentu saja kemenangan yang harus ditanggapi dengan arif. Bahwa denga kemenangan 4:3,banyak hal yang harus diperbaiki terus. Karena kita tahu, dibabak-babak selanjutnya banyak lawan-lawan berat yang menunggu. Kemenangan 4:3 harus kita syukuri. Semoga dengan kemenangan tipis ini, Timnas Indonesia menjadi lebih baik dan tidak merasa diatas angin. Bravo PSSI!! Bravo Sepak bola Indonesia!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s