Saat tak ada yang mau mengalah.

Catatan ini ditulis untuk menggambarkan perasaan saya mengenai lalu lintas di Kota Yogya, tentunya dimata saya-seorang pengemudi motor dan juga seorang pelajar-.

Hari ini saya cukup dibuat kesal oleh beberapa ulah oknum pengendara. Terutama bus kota yang menurut saya semakin tidak ramah. Bunyi klakson nyaring memekakkan telinga saya, serta menyelap-nyelip seperti merasa badannya kecil, dan mengambil jalan orang lain, melawan lampu merah, membahayakan pengemudi yang lain dan bla bla bla.. hal ini yang belakangan saya rasakan sewaktu menjadi pengemudi motor.

Berbeda 180 derajat, ketika saya menjadi salah satu penumpang bus kota. Walau saya menyadari bus yang sedang saya tumpangi ugal-ugalan, tapi saya tetap merasa senang karena tanpanyalah saya tidak akan bisa pergi ke sekolah, walau saat naik harus buru-buru begitu juga saat turun, setidaknya bus yang bisa berhenti dimana saja ini sangat membantu. Malahan saya saat itu kesal dengan pengendara motor yang sembarangan menyelip.

Sebenarnya opini itu akan tergantung dimana posisi kita berada, seperti penjelasan diatas. Yang ingin saya sampaikan adalah, dimanapun posisi kita sekarang,  seharusnya kita bisa menjalani rutinitas hidup tanpa menzalimi kepentingan orang lain. Semua punya kebebasan, tapi kebebasan itu tak boleh mengganggu kebebasan orang lain, dan sebaik-sebaiknya kebebasan adalah kebebasan yang sesuai dengan koridor syara’. Dari dua kasus diatas saya bisa menyimpulkan bahwa  semua orang merasa kepentingannya yang paling berhak untuk didahulukan. Bisa saja kita katakan bahwa oknum-oknum saat disituasi diatas yaitu antara pengendara motor dan supir bus tidak mau mengalah dengan pengguna jalan lainnya. Sehingga ya situasi di lalu lintas terkadang Chaos dan membuat tak nyaman semua pengguna jalan. Berarti secara tidak langsung kita yang tak mau mengalah telah mengambil hak-hak pengguna jalan lainnya.

Akhir kata, semoga dengan uraian singkat ini, bisa mengingatkan kita bahwa apa yang kita lakukan harus memerhatikan hak-hak orang lain. Jangan sampai tanpa kita sadari kita telah menyakiti hak orang lain, Naudzubillahi mindzalik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s