Tentang Hasad

Seharusnya manusia itu sering-sering bersyukur

Ya..seharusnya begitu..

seharusnya begitu..

Tapi,terkadang menyeruak dari dalam hati rasa iri atau dengki. Terkadang, saat melihat kehebatan orang lain akan terasa sedih bukan malah senang. Terkadang, melihat mereka berprestasi, hati ini panas dingin, kenapa bukan aku?

Untung masih sanggup merenung. Mengingat kawan-kawan sepermainan dulu di Kalimantan. Bagaimana kabar mereka?

Sudahkah sebaik aku? Sudah mendapat pendidikan yang layak, pergaulan yang sehat, dan motivasi dari lingkungan?

Atau bagaimana kabar saudara kita di Gaza, Rohingnya? Sudahkah ku memikirkannya?

Terinngat quote dari 3 Idiots “Kita sedih saat melihat teman kita gagal, tapi akan lebih sedih lagi jika teman kita sukses di atas kita”

Mungkin itulah manusia yang tidak pernah puas, tapi justru kedengkian itu cerminan kekurangan dan semakin kurang, dan orang yang selalu merasa kurang adalah orang yang miskin.

Merenung alias muhasabah mungkin memang jalan yang cocok saat merasa ada yang salah dari pandangan kita, saat hati dibolak-balikan oleh Allah SWT, saat hati merasa iri dan dengki.

Merenung apa saja yang sudah kita dapat..dan melihat di sekeliling kita, ternyata kita sudah lebih baik dibanding mereka..dan kita masih merasa iri?

Allah sudah memberikan kita modal yang sama..tergantung kita yang mengolahnya.

Sekali lagi, berusaha menghilangkan sifat hasad ini..semoga Allah mempermudah, dan menjauhkan kita dari sifat-sifat tercela..aamiin 😀

Yogyakarta, 1 Desember 2012

Widy ( The dream catcher)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s