Seharusnya menulis itu memberi inspirasi

Introduce my faithfull "Laptop"
Introduce my faithfull “Laptop”

Setelah berusaha bikin blog baru di Tumblr, saya sengaja melihat-lihat tulisan saya disini, dimulai dari tahun-tahun awal blog ini di buat yakni saat SMA. Saya ingat sekali dulu saat SMP saya juga sudah memulai untuk membuat blog sebagai tempat mencurahkan isi hati lewat tulisan, namun apa daya saat isu masih labil, sedikit sekali buku yang pernah dibaca, alhasil tulisan menjadi tidak karuan, bisa dikatakan tidak bermutu. Hemm…tapi saya tidak menyerah haha, saat SMA saya sudah mulai mengenal novel-novel tebal yang menginspirasi saya untuk terus menulis. Saat itu novel favorit saya karya Andrea Hirata yakni Edensor, serta karya Kang Abik yakni Bumi Cinta, menurut saya kedua novel tersebut menyuguhkan latar belakang dan suasana yang berhasil membuat imajinasi saya terbang-terbang ke langit. Kembali, ketika saya membaca tulisan-tulisan saat SMA, saya merasakan membaca tulisan orang yang berbeda dengan sekarang yang sedang terdiam di depan laptop ini. Huuuuh, ada emosi di tulisan saya saat itu, kata-kata imaji pun sering muncul di tulisan saya, saat itu saya menulis karena ada perasaan menggebu-gebu yang tidak dapat saya ungkapkan secara lisan. Tulisan-tulisan itu pun dipenuhi dengan perasaan-perasaan optimis. Berbeda dengan tulisan-tulisan saya saat kuliah, saat ini saya menulis karena tak ada tempat, karena saat itu emosi yang menggebu-gebu dipenuhi amarah bukan rasa optimis melainkan pesimis, hilang arah dan sebagainya. Terutama, tulisan-tulisan saya saat memasuki semester tiga, rasanya badan remuk redam, hati terbelah terkeping-keping, memang berlebihan kelihatannya, tapi jujur itu yang saya rasakan. Sebelum memasuki semester tiga saja, saya sudah tidak siap untuk menata hati ini ketika bertemu teman-teman. Bingung hendak curhat kemana, jauh dari Allah rasanya badan, jiwa, dan pikiran ini. Marah besar, bahkan seringkali menangis sendiri. Hemmm…dan saya sadari sekarang, menulis memang mampu menghilangkan amarah tapi menjadi sarana yang tidak tepat jika diposting di tempat umum ==. Seharusnya tulisan-tulisan di lamanku sesuai dengan tujuan awal mengapa aku membentuk blog ini, bukan untuk menjadi tong sampah, tapi seharusnya dapat dikelola menjadi lebih bijak, seharusnya kembali pada tujuan awal untuk bisa menginspirasi diri sendiri, dan orang lain. Hemm….haruskah ku hapus tulisan-tulisan awal kuliah itu? Tidak. Sepertinya tidak perlu, karena menjadi sebuah pelajaran, ketika rasa amarah itu muncul kembali, ketika dihadang masalah bertubi-tubi, tulisan penuh emosi itu bisa menjadi pemacu untuk, please jangan tulis sembarangan lagi……..

Seharusnya menulis itu memberi inspirasi…….

Widy

28 Desember 2014

dengan penuh penyesalan dalam menulis

ditemani hujan lebat di Jogja, di siang ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s